Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

PENGENALAN PERANGKAT KERAS

PENGENALAN PERANGKAT KERAS

FITUR-FITUR XGB SERIES

PLC yang digunakan dalam trainer board LS-XGB-0901 ini adalah PLC dari keluarga XG-Family Series, yaitu XGB. Kelebihan utama yang dimiliki oleh PLC ini di bandingkan dengan PLC produksi LS Industrial Systems yang lainnya adalah memiliki kemampuan dengan kapasitas memproses system dengan cepat, selain itu PLC XG-Family Series juga sangat efisien untuk semua aplikasi pemrograman. Ini dikarenakan XG-Family Series, merupakan PLC yang terbaik yang diproduksi oleh LS Industrial Systems.
Beberapa kelebihan yang dimiliki XGB Series, salah satu dari keluarga PLC XG-Familiy Series merupakan sebuah unit PLC yang sangat kompak untuk digunakan pada berbagai applikasi dengan fitur-fitur sebagai berikut :
a. High speed processing
b. Memiliki berbagai built-in multifunction
c. Battery-less back up.
d. Program yang di edit pada saat proses berlangsung, langsung tersimpan ke EEPROM secara otomatik.
e. Open Network menggunakan communication protocol standard internasional.
f. Communication dengan built in RS 232C dan 485.
g. Memiliki expansion for communication.
h. Network configuration via Ethernet and CnatI/F.
i. Dilengkapi dengan berbagai special module untuk berbagai applikasi.
j. Sistem mudah dioperasikan dengan menggunakan RUN/STOP switch, yang juga terdapat pada softwarenya (XG5000).
k. Variasi fungsi untuk memonitoring
l. User program mudah disimpan di EEPROM tanpa external memory
m. Strong self-diagnostic function
n. Ukurannya yang tidak memakan banyak tempat


OVERVIEW PLC

Pemrosesan data merupakan bagian yang paling fital dari suatu instalasi (plan) otomasi proses produksi di industri. Pemrosesan data mencakup pengumpulan data dari piranti kontrol (controller) dan piranti deteksi (sensor) serta berbagai piranti pemrosesan lainnya. Hasil pemrosesan data tersebut selanjutnya digunakan untuk mengontrol dan memonitor kontinuitas proses produksi yang sedang berjalan.

Pada dasarnya System Kontrol dapat dibagi menjadi 3 bagian utama , yaitu :
1. INPUT (sensing)
2. PROCESSING (control plan)
3. OUTPUT (action/actuator)
Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk memproses data dalam kegiatan otomasi industri, yaitu :
1. Hard Wired Control
2. Programmable Control


SISTEM HARDWARE CONTROL

Sistem Hard Wired Control merupakan sistem konvensional, di mana untuk melaksanakan fungsi monitor suatu proses produksi di industri menggunakan modul-modul kontrol atau relay kontrol yang saling terkoneksi dengan menggunakan kabel penghantar. Bila pada suatu saat diperlukan perubahan pada fungsi kontrol dan fungsi monitornya maka harus merubah pula sistem sambungan antar modul-modul kontrolnya. Bahkan pada kasus yang ekstrim, perubahan fungsi kontrol dan monitor dilakukan dengan merubah keseluruhan panel kontrolnya.
Ada 3 sistem kontrol (modul control) yang dapat digunakan dalam sistem Hard Wired Logic, yaitu :
1. Kontrol Elektrik
2. Kontrol Pneumatik
3. Kontrol Elektronik

Istilah kontrol elektrik mengacu pada pemakaian relay elektromagnetik atau relay elektro mekanik sebagai modul atau elemen kontrolnya. Sedang kontrol pneumatic mengacu pada pemakaian relay pneumatic yaitu relay yang dioperasikan dengan udara tekan dari kompresor udara. Untuk alasan keamanan maka udara tekan ini harus bebas dari uap air, sehingga perlu adanya filter dryer. Tekanan udara yang digunakan berkisar 5 – 8 psi. Kontrol elektronik mengacu pada pemakaian relay elektronik atau relay statis dengan memanfaatkan bahan semi konduktor, misalnya transistor, SCR dan IGBT.
Dewasa ini Hard Wired Logic dianggap tidak ekonomois karena untuk sistem otomasi yang komplek yang mempunyai input/output data dalam jumlah besar, maka panel kontrolnya menjadi sangat rumit dengan banyaknya relay-relay control yang digunakan demikian juga dengan wiring connection-nya.





Selasa, 28 Desember 2010

Pengenalan PLC

PENGANTAR PLC
Dalam bidang industri penggunaan mesin otomatis dan pemrosesan secara otomatis merupakan hal yag umum. Sistem pengontrolan dengan elektromekanik yang menggunakan relay-relay mempunyai banyak kelemahan, diantaranya kontak-kontak yang dipakai mudah haus karena panas atau terbakar atau karena hubung singkat.
Dengan menggunakan PLC hal-hal ini dapat diatasi, karena sistem PLC mengintegrasikan berbagai macam komponen yang terdiri sendiri menjadi suatu sistem kendali terpadu dan dengan mdah merenovasi tanpa harus mengganti semua instrumen yang ada.

KONSEP PROGAMMABLE LOGIC CONTROLLER
Konsep dari PLC sesuai dengan namanya adsalah sebagai berikut:
Programmable : menunjukkan kemampuannya yang dapat dengan mudah diubah-ubah sesuai program yang dibuat dan kemampuannya dalam hal memori program yang telah dibuat.
Logic : menunjukkan kemampuannya dalam memproses input secara aritmetik (ALU), yaitu melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, dan negasi.
Controller : menunjukkan kemampuannya dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.

FUNGSI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER
Fungsi dan kegunaan dari PLC dapat dikatakan hampir tidak terbatas. Tapi dalam prakteknya dapat dibagi secara umum dan khusus.
Secara umum fungsi dari PLC adalah sebagai berikut:
1. CONTROL SEKENSIAL
PLC memroses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step / langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
2. MONITORING PLANT
PLC secara terus menerus memonitor suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut ke operator.

BAHASA PEMROGRAMAN
Terdapat banyak pilihan bahasa untuk membuat program dalam PLC. Masing-masing bahasa mempunyai keuntungan dan kerugian tergantung dari sudut pandang kita sebagai user / pemogram. Pada umumnya terdapat 2 bahasa pemograman sederhana dari PLC , yaitu pemograman diagram ladder dan bahasa instruction list. (mnemonic code).Diagram Ladder adalah bahasa yang dimiliki oleh setiap PLC.

LADDER DIAGRAM
Diagram Ladder menggambarkan program dalam bentuk grafik. Diagram ini dikembangkan dari kontak-kontak relay yang terstruktur yang menggambarkan aliran arus listrik. Dalam diagram ladder terdapat dua buah garis vertical dimana garis vertical sebelah kiri dihubungkan dengan sumber tegangan positip catu daya dan garis sebelah kanan dihubungkan dengan sumber tegangan negatip catu daya.
Program ladder ditulis menggunakan bentuk pictorial atau simbol yang secara umum mirip dengan rangkaian kontrol relay. Program ditampilkan pada layar dengan elemen-elemen seperti normally open contact, normally closed contact, timer, counter, sequencer dll ditampilkan seperti dalam bentuk pictorial.
Dibawah kondisi yang benar, listrik dapat mengalir dari rel sebelah kiri ke rel sebelah kanan, jalur rel seperti ini disebut sebagai ladder line (garis tangga). Peraturan secara umum di dalam menggambarkan program ladder diagram adalah :
a. Daya mengalir dari rel kiri ke rel kanan.
b. Output koil tidak boleh dihubungkan secara langsung di rel sebelah kiri.
c. Tidak ada kontak yang diletakkan disebelah kanan output coil.
d. Hanya diperbolehkan satu output koil pada ladder line.

PRISIP-PRINSIP LADDER DIAGRAM
Untuk memperlihatkan hubungan antara satu rangkaian fisik dengan ladder diagram yang mempresentasikannya, lihatlah rangkaian motor listrik pada gambar dibawah ini.
Motor dihubungkan ke sumber daya melalui 3 saklar yang dirangkai secara seri ditambah saklar over load sebagai pengaman. Motor akan menyala bila seluruh saklar dalam kondisi menutup.

PRAKTEK MEMORY CIRCUIT (latch)
Rangkaian yang bersifat mengingat kondisi sebelumnya seringkali dibutuhkan dalam kontrol logic. Pada rangkaian ini hasil keluaran dikunci (latching) dengan menggunakan kontak hasil keluaran itu sendiri, sehingga walaupun input sudah berubah, kondisi output tetap.